EK-LMND Halut Kecam Pernyataan Bernada Kekerasan Anggota DPRD Maluku Utara
Halmahera Utara, Elemendemokrasi.com — Ketua Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Halmahera Utara (EK-LMND Halut) mengecam keras pernyataan bernada kekerasan yang diduga dilontarkan oleh salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku Utara melalui percakapan WhatsApp.
Organisasi mahasiswa tersebut menilai ucapan “baku bunuh” tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik karena berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ketua EK-LMND Halut, Arganto Kotu, menegaskan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan rendahnya etika komunikasi politik dan tidak menunjukkan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.
“Pernyataan itu sangat tidak pantas dan tidak mencerminkan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Ucapan seperti ini berpotensi memicu ketegangan sosial,” kata Arganto dalam keterangannya pada Senin (30/03/2026).
Menurutnya, narasi kekerasan tidak hanya keliru secara etika, tetapi juga berbahaya karena dapat memengaruhi opini publik, khususnya generasi muda. Ia menilai pejabat publik seharusnya menjadi contoh dalam menjaga bahasa dan sikap di ruang publik.
“Penggunaan istilah ‘baku bunuh’ bukan hanya salah secara etika, tetapi juga berbahaya secara sosial. Ini bisa membentuk pola pikir yang tidak sehat di masyarakat,” tegasnya.
EK-LMND Halut juga menilai pernyataan tersebut mencederai nilai-nilai demokrasi serta menunjukkan kurangnya kesadaran sebagian elite politik dalam menjaga stabilitas daerah yang plural seperti Maluku Utara.
Atas hal itu, mereka mendesak pimpinan DPRD Provinsi Maluku Utara untuk mengambil langkah tegas, termasuk pemberian sanksi etik guna menjaga marwah lembaga legislatif.
Selain itu, organisasi ini mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pernyataan bernuansa kekerasan. Mereka menekankan pentingnya menjaga solidaritas sosial serta mengedepankan cara-cara damai dalam menyikapi persoalan.
EK-LMND Halut menegaskan bahwa masa depan Maluku Utara yang damai dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persatuan, dan demokrasi yang sehat.
