Soroti Krisis Infrastruktur di Waiblama, LMND Sikka Desak Melchias Mekeng Kawal Perbaikan Jalan Desa Werang
SIKKA, elemendemokrasi.com– Kunjungan Anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sekaligus reses untuk menjaring aspirasi masyarakat di Aula SMPN Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka dan dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan.
Sorotan utama datang dari Departemen Pendidikan dan Kaderisasi Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sikka. Melalui perwakilannya, Ariel Lewuk, organisasi tersebut menilai kondisi infrastruktur di Kecamatan Waiblama, terutama di Desa Werang, sudah berada pada tahap yang memerlukan penanganan serius.
Ariel mengatakan, kehadiran anggota DPR RI bersama jajaran pemerintah daerah menjadi momentum penting agar persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat tidak berhenti sebatas penyampaian aspirasi.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi empat pilar dan reses ini. Namun kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum seremonial atau sekadar mengumpulkan aspirasi. Masyarakat Waiblama membutuhkan langkah nyata dan kepastian penyelesaian terhadap persoalan infrastruktur yang sudah berlangsung puluhan tahun," kata Ariel dalam keterangannya pada Kamis (6/8/2026).
Menurut LMND Sikka, kerusakan jalan menuju Desa Werang telah menyebabkan wilayah tersebut terisolasi dan berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Di sektor kesehatan, akses jalan yang rusak disebut kerap menghambat warga mendapatkan layanan medis. Bahkan, terdapat kisah seorang ibu hamil yang terpaksa melahirkan di tengah perjalanan karena kendaraan kesulitan melewati medan menuju fasilitas kesehatan.
Sementara di bidang pendidikan, para pelajar harus melewati jalan yang rusak dan berisiko setiap hari untuk berangkat ke sekolah.
Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di sektor ekonomi. Buruknya akses transportasi membuat distribusi hasil pertanian terhambat sehingga warga kesulitan memasarkan komoditas mereka. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok di desa juga menjadi lebih tinggi akibat mahalnya biaya distribusi.
Atas kondisi tersebut, LMND Sikka menyampaikan tiga tuntutan kepada Melchias Markus Mekeng, Pemerintah Kabupaten Sikka, dan instansi terkait.
Pertama, memprioritaskan pembangunan dan pengaspalan jalan utama serta jalan penghubung di Desa Werang melalui dukungan anggaran APBN maupun APBD.
Kedua, mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet agar masyarakat Waiblama, khususnya Desa Werang, tidak lagi mengalami keterisolasian digital.
Ketiga, pemerintah diminta menyampaikan secara terbuka jadwal atau timeline pelaksanaan pembangunan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai realisasi proyek yang dijanjikan.
"Kami berharap hasil reses ini benar-benar melahirkan kebijakan yang konkret. Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi kepastian kapan pembangunan jalan, infrastruktur digital, dan fasilitas pendukung lainnya mulai direalisasikan," tegas Ariel.
LMND Sikka berharap aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata sehingga persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun membebani masyarakat Waiblama, khususnya Desa Werang, dapat segera teratasi.
