LMND UNIBA Gelar Dialog Publik dan Buka Bersama, Bahas Strategi Kampus Cegah Disorientasi Ideologi Mahasiswa

 

Moment foto bersama seluruh anggota LMND UNIBA bersama warek III Universitas Bina Bangsa/dokumentasi pribadi 

elemendemokrasi.com – Eksekutif Komisariat LMND UNIBA (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Universitas Bina Bangsa) menggelar kegiatan Dialog Publik dan Buka Bersama dengan tema “Menguatkan Tradisi Intelektual dan Kolektivitas Organisasi dalam Momentum Kebersamaan Ramadhan” di Biru Garden, Kota Serang, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan Dialog Publik LMND UNIBA ini dihadiri sekitar 80 peserta, terdiri dari Wakil Rektor III Universitas Bina Bangsa, jajaran kampus, perwakilan alumni LMND UNIBA, pengurus LMND Serang Raya, serta anggota dan mahasiswa UNIBA.

Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Hidayat, kemudian sambutan dari Ketua Eksekutif Komisariat LMND UNIBA Adam Arjun Maulana, perwakilan alumni LMND UNIBA Recky Pamungkas, serta sambutan sekaligus membuka kegiatan oleh Ketua Eksekutif Kota LMND Serang Raya Aji Maulana.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, LMND UNIBA juga menyelenggarakan diskusi kebangsaan mahasiswa dengan tema “Strategi Kampus dalam Mencegah Disorientasi Ideologi Mahasiswa.

Diskusi ini mengangkat subtema “Implementasi Permendikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kehidupan Kemahasiswaan.”

Dialog publik ini diawali dengan keynote speech Ketua LMND UNIBA Adam Arjun Maulana yang menyoroti tantangan ideologis mahasiswa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, derasnya arus informasi digital membuat mahasiswa bisa menjadi sangat kritis, namun juga berpotensi mengalami disorientasi ideologi mahasiswa apabila tidak dibarengi dengan pembinaan nilai kebangsaan yang kuat di lingkungan kampus.

“Hari ini kita membicarakan sesuatu yang mendasar, yaitu arah ideologis mahasiswa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan banjir informasi digital, mahasiswa bisa menjadi sangat kritis tetapi juga sangat mudah kehilangan orientasi,” ujar Adam.

Ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga arah ideologis mahasiswa. Adam juga menyinggung Permendikti Nomor 55 Tahun 2018 yang memberikan mandat kepada perguruan tinggi untuk melakukan pembinaan ideologi bangsa dalam kegiatan kemahasiswaan.

Dalam forum tersebut, LMND UNIBA juga mendorong pembentukan UKM Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB) sebagai ruang kaderisasi intelektual dan wadah dialog kebangsaan bagi mahasiswa di lingkungan Universitas Bina Bangsa.

Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor III Universitas Bina Bangsa Asep Rahmatullah, ST., MT. menyampaikan pentingnya penguatan pendidikan kebangsaan bagi mahasiswa.

Ia juga mendorong agar materi kebangsaan tidak hanya diberikan kepada para pemimpin nasional, tetapi juga diperluas kepada mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, ia mengusulkan agar kampus dapat menghadirkan narasumber dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk memberikan materi kebangsaan kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Warek III Universitas Bina Bangsa juga menyatakan dukungan terhadap pembentukan UKM Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB) sebagai langkah konkret untuk memperkuat pembinaan ideologi mahasiswa di kampus.

Sementara itu, Recky Pamungkas, alumni LMND UNIBA, menekankan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam menjaga tradisi intelektual di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang diskusi kritis yang mampu membangun kesadaran ideologis sekaligus memperkuat tradisi intelektual mahasiswa di kampus.

Setelah sesi dialog publik LMND UNIBA selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta.

Acara kemudian ditutup dengan pentas seni mahasiswa, di antaranya pembacaan puisi oleh Rio dari LMND Fakultas FKIP, penampilan musik akustik oleh Anam, wasekom bidang ideologi LMND UNIBA, serta penampilan dari Andreas Lorenzo, musisi Kota Serang sekaligus alumni LMND UNIBA.

Melalui kegiatan ini, LMND UNIBA berharap momentum Ramadhan dapat menjadi ruang untuk memperkuat tradisi intelektual mahasiswa dan kolektivitas organisasi.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url