KM3N Kefamenanu Soroti Kenaikan BBM, Minta Pemerintah Evaluasi Dampak ke Masyarakat Perbatasan

Ketua KM3N Krispinus Rise Rusae,Soroti Kenaikan Harga BBM yang berdampak terhadap masyarakat TTU dan sekitarnya/Dok Pribadi 

TTU, Elemendemokrasi.com Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah menuai reaksi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Kalangan Mahasiswa Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan Keluarga Matoup Mafit Noemuti (KM3N) Kefamenanu, Krispinus Rise Rusae, menyatakan kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Wilayah Kefamenanu dan sekitarnya sudah menghadapi tantangan akses dan harga kebutuhan pokok yang tinggi. Kenaikan BBM akan memperparah beban masyarakat kecil, terutama petani, nelayan, dan mahasiswa,” ujar Krispinus melalui rilisannya yang diterima oleh tim media.

KM3N menilai kenaikan BBM akan memicu kenaikan harga sembako, ongkos transportasi, dan biaya pendidikan. Dampaknya langsung menghantam mahasiswa, petani, dan buruh harian di TTU yang pendapatannya tidak naik.

Ia mendesak pemerintah agar meninjau kembali pemberlakuan harga BBM karena dampaknya cukup besar terhadap ekonomi masyarakat, serta membuka ruang dialog antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi mahasiswa.

“Kami bukan menolak penyesuaian harga, tapi pemerintah harus hadir dengan skema perlindungan sosial yang konkret. Jangan sampai kebijakan fiskal mengorbankan daya beli masyarakat perbatasan,” tegasnya.

Krispinus juga menuntut transparansi penggunaan subsidi dan audit distribusi BBM bersubsidi yang selama ini diduga bocor ke penimbun dan pengusaha besar.

“Jangan korbankan rakyat kecil demi menyelamatkan APBN. Negara ada untuk rakyat, bukan sebaliknya!” tutupnya.

Hingga saat ini KM3N Kefamenanu masih menghimpun data lapangan terkait dampak kenaikan BBM di kalangan mahasiswa dan masyarakat TTU, khususnya di wilayah Kecamatan Noemuti.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url