Geger! Mahasiswa Semester 4 di La Tansa Mashiro Disebut 'Meninggal Dunia' di Sistem Informasi, Mahasiswa Tuntut Audit!

Sumber gambar Universitas La Tansa Mashiro. 

​ERANGKASBITUNG, Elemendemokrasi.com – Sebuah kesalahan administrasi fatal terjadi di lingkungan Universitas La Tansa Mashiro. Muhammad Adib Aflah, mahasiswa Semester 4 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, ditemukan tercatat dengan status nonaktif karena "meninggal dunia" dalam sistem akademik kampus, padahal yang bersangkutan masih hidup dan aktif beraktivitas.

​Temuan ini pertama kali mencuat setelah rekan sesama mahasiswa, Gilang Alamsyah, mengidentifikasi kejanggalan dalam data sistem informasi akademik tersebut. Kesalahan status ini memicu kekhawatiran mengenai validitas tata kelola data mahasiswa di institusi tersebut.

​Kronologi dan Dampak

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, status "meninggal dunia" yang tersemat pada profil Adib Aflah mengakibatkan penghentian hak-hak akademik secara sistematis. 

Dalam prosedur standar perguruan tinggi, status tersebut secara otomatis memutus akses layanan studi dan pangkalan data pendidikan mahasiswa.

​Gilang Alamsyah, yang mengangkat isu ini ke permukaan, menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian teknis biasa. 

Menurutnya, hal ini mengindikasikan adanya celah sistemik dalam pengelolaan data internal kampus.

​"Jika satu mahasiswa bisa dinyatakan meninggal padahal masih hidup, maka tidak ada jaminan hal serupa tidak akan terjadi pada mahasiswa lain," ujar Gilang, Jumat, 24 April 2026.

​Sorotan pada Sistem Verifikasi

​Insiden ini memicu kritik tajam mengenai lemahnya mekanisme pengawasan dan validasi data sebelum sebuah status final ditetapkan dalam sistem. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas La Tansa Mashiro belum memberikan penjelasan resmi maupun rincian mengenai kronologi kesalahan input tersebut kepada publik.

​Mahasiswa menuntut adanya transparansi dan tanggung jawab dari pihak birokrasi kampus. 

Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan adalah:

  • ​Klarifikasi Terbuka: Penjelasan mengenai bagaimana status "meninggal dunia" bisa terinput tanpa verifikasi lapangan.
  • Pemulihan Data: Pengembalian status akademik Muhammad Adib Aflah secara utuh.
  • Audit Sistem: Evaluasi total terhadap sistem informasi akademik agar kesalahan serupa tidak terulang kembali.

​Tanggung Jawab Institusi

​Dunia akademik sangat bergantung pada akurasi data. Kesalahan fatal seperti ini tidak hanya berdampak pada administrasi, tetapi juga berpotensi merugikan martabat serta psikologis mahasiswa yang bersangkutan.

​Publik kini menunggu langkah nyata dari pihak universitas untuk memperbaiki kerentanan sistem ini, mengingat validitas data mahasiswa adalah fondasi utama dari integritas sebuah lembaga pendidikan tinggi.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url