Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Klaten, API-T Soroti Lemahnya Pengawasan BPOM
KLATEN, Elemendemokrasi.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi paket MBG yang dibagikan di sekolah.
Berdasarkan laporan, sekitar 500 orang yang terdiri dari siswa dan guru mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, hingga pusing. Sejumlah korban bahkan sempat menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan sampel makanan menemukan kandungan bakteri Bacillus sp. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dilansir dari DetikJateng pada Rabu, 6 Mei 2026.
Peristiwa ini memunculkan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memastikan keamanan serta kelayakan makanan yang dikonsumsi para pelajar melalui program MBG.
Ketua Asosiasi Pergerakan Indonesia Timur (API-T), Selsius Pulotenga, menilai BPOM bersama pihak penyedia makanan lalai dalam melakukan pengawasan terhadap proses produksi, distribusi, hingga penyajian makanan untuk anak-anak sekolah.
“Program ini sebenarnya sangat baik, tetapi kalau pengawasannya lemah justru membahayakan kesehatan anak-anak,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Selsius, kasus tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengawasan pangan pada program berskala besar seperti MBG. Ia menegaskan bahwa BPOM seharusnya melakukan inspeksi rutin dan pengujian kualitas makanan secara ketat sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Selain itu, pengawasan terhadap kebersihan dapur, kualitas bahan baku, serta standar penyimpanan makanan dinilai masih belum optimal. Jika tidak segera diperbaiki, kejadian serupa dikhawatirkan dapat terulang di berbagai daerah lainnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program makanan bergizi tidak hanya bergantung pada distribusi, tetapi juga pada ketatnya pengawasan mutu dan keamanan pangan demi melindungi kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Pengurus Besar Asosiasi Pergerakan Indonesia Timur (PB-API-T) juga menyampaikan rencana untuk menggelar aksi besar-besaran pada pekan depan di kantor BPOM dan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk protes dan tuntutan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
