Menanti Revitalisasi Makam Pahlawan Nyi Mas Gamparan: KKM 53 UNIBA Dorong Potensi Wisata Religi Desa Tanjungsari yang Tertahan Sejak 2025
SERANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 53 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Tanjungsari, Kabupaten Serang, menyoroti pentingnya revitalisasi Makam Pahlawan Nyi Mas Gamparan. Hingga pertengahan tahun 2026, situs bersejarah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas pendukung. Padahal, Pemerintah Desa Tanjungsari telah mengajukan usulan revitalisasi kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang sejak November 2025, namun hingga kini belum memperoleh tindak lanjut.
Nyi Mas Gamparan merupakan salah satu tokoh pejuang perempuan asal Banten yang dikenal atas keberaniannya memimpin perlawanan rakyat terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-18. Ia memimpin pasukan yang dikenal sebagai Pasukan Nyi Mas Gamparan dan melakukan berbagai aksi gerilya di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Kiprahnya menjadikan Nyi Mas Gamparan sebagai simbol perjuangan perempuan Banten dalam mempertahankan kedaulatan tanah kelahirannya.
Hingga saat ini, makam Nyi Mas Gamparan yang berada di Desa Tanjungsari, Kabupaten Serang, masih dihormati oleh masyarakat sebagai situs bersejarah sekaligus tujuan wisata religi. Keberadaan makam tersebut menjadi pengingat akan semangat kepahlawanan dan perjuangan beliau dalam melawan ketidakadilan.
Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan oleh tim KKM 53 UNIBA, kondisi fasilitas di kawasan makam masih memerlukan perhatian serius. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain area parkir yang belum memadai, akses jalan yang kurang layak, minimnya fasilitas keselamatan jalan, kurangnya penerangan, serta belum tersedianya papan informasi sejarah yang representatif.
Padahal, apabila dikelola secara optimal, Makam Nyi Mas Gamparan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kabupaten Serang yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
Pemerintah Desa Tanjungsari sebenarnya telah mengambil langkah proaktif dengan mengajukan proposal revitalisasi kepada Disporapar Kabupaten Serang sejak November 2025. Namun hingga kini, belum ada respons ataupun realisasi pembangunan dari dinas terkait.
Melalui Kepala Seksi Pelayanan, Pemerintah Desa Tanjungsari menyampaikan harapannya agar usulan tersebut segera mendapat perhatian.
"Kami sudah menempuh jalur administrasi dengan mengajukan permohonan perbaikan fasilitas sejak November 2025. Harapan kami bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menjaga nilai sejarah Nyi Mas Gamparan agar tetap lestari dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun sampai sekarang, usulan tersebut seolah jalan di tempat," ujar salah satu perangkat Desa Tanjungsari.
Di sisi lain, masyarakat setempat juga berharap Makam Nyi Mas Gamparan segera memperoleh perhatian dari pemerintah. Menurut mereka, sebagai situs bersejarah yang menjadi bagian dari identitas daerah, makam tersebut layak memiliki fasilitas yang lebih baik.
"Kami sebagai warga ingin tempat ini lebih layak dikunjungi. Jika fasilitasnya bagus, para peziarah akan lebih nyaman dan ekonomi desa juga bisa ikut berkembang. Kami hanya menunggu kapan pemerintah benar-benar memberikan perhatian terhadap makam ini," ungkap salah seorang warga.
Melalui kegiatan KKM ini, mahasiswa UNIBA berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan revitalisasi Makam Nyi Mas Gamparan. Selain sebagai bentuk pelestarian sejarah dan penghormatan kepada jasa pahlawan daerah, upaya tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan potensi wisata religi serta kesejahteraan masyarakat Desa Tanjungsari.
