KKM 57 UNIBA dan KPAI Edukasi Siswa SMA Negeri 1 Kramatwatu tentang Pencegahan Kekerasan Seksual

 

Dokumentasi kegiatan sosialisasi KKM 57 UNIBA bersama KPAI dan siswa SMA Negeri 1 Kramatwatu usai penyampaian materi.

Kabupaten Serang – Kelompok 57 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Desa Pelamunan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar sosialisasi bertajuk "Jaga Diri, Jaga Hukum, Jaga Masa Depan: Pemberdayaan Remaja dalam Memahami Risiko Hukum dan Kesehatan Reproduksi Akibat Pergaulan Bebas" di SMA Negeri 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga diri dari kekerasan seksual, memahami risiko hukum akibat pergaulan bebas, mengenali pentingnya kesehatan reproduksi, serta membangun karakter generasi muda yang bertanggung jawab dan bijak dalam memanfaatkan media digital.

Sekitar 40 siswa-siswi SMA Negeri 1 Kramatwatu mengikuti kegiatan tersebut. Hadir dalam kegiatan ini Kepala SMA Negeri 1 Kramatwatu, Hj. Indiyah Lestari, M.Pd., Dosen Pembimbing Lapangan KKM Kelompok 57 Desa Pelamunan, Ibu Maulida Nur, M.Pd., 14 mahasiswa KKM Kelompok 57 Universitas Bina Bangsa, serta narasumber dari KPAI, yaitu Ibu Kuratu Akyun, S.Pd., M.M. dan Ibu Arlina Yulianis, dengan Ibu Gina Nur Winda, S.Psi. sebagai pendamping narasumber.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari Ketua Kelompok 57 KKM Universitas Bina Bangsa Desa Pelamunan, Dosen Pembimbing Lapangan, dan Kepala SMA Negeri 1 Kramatwatu.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 57 KKM Universitas Bina Bangsa Desa Pelamunan, Ahmad Romdhoni, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar SMA Negeri 1 Kramatwatu yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKM untuk melaksanakan program kerja di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga diri, memahami risiko hukum akibat pergaulan bebas, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif berdiskusi, dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari berbagai perilaku berisiko.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKM Kelompok 57, Ibu Maulida Nur, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pihak SMA Negeri 1 Kramatwatu dan KPAI atas dukungan dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, masa remaja merupakan fase yang sangat penting dalam pembentukan karakter sehingga perlu dibekali pemahaman mengenai perlindungan diri, etika pergaulan, kesehatan reproduksi, serta kesadaran hukum. Ia berharap sosialisasi ini mampu memberikan manfaat nyata bagi para siswa sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan dan pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.

Memasuki sesi inti, narasumber dari KPAI menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan seksual, memahami hak-hak setiap individu, serta konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat pergaulan bebas. Narasumber juga menjelaskan bahwa kasus kekerasan seksual di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius dengan sebagian besar korban berasal dari kalangan perempuan. Oleh karena itu, remaja diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, saling menghormati, menjaga batas pergaulan, serta memiliki keberanian untuk melaporkan apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan seksual.

Pada materi berikutnya, peserta diberikan edukasi mengenai perubahan hormon pada masa remaja, pentingnya menjaga kesehatan mental dengan membiasakan aktivitas positif seperti mengaji, berpikir positif, serta mengikuti kegiatan yang membangun. Narasumber juga menjelaskan dampak negatif pornografi terhadap perkembangan otak remaja. Paparan pornografi secara berulang dapat meningkatkan hormon dopamin yang berpotensi menimbulkan ketergantungan sehingga memengaruhi kemampuan berpikir logis dan pengendalian diri. Karena itu, para siswa diimbau menghindari konten negatif serta memanfaatkan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain itu, narasumber mengajak peserta untuk senantiasa menghormati dan berbakti kepada orang tua. Remaja diharapkan menyadari bahwa kasih sayang, pengorbanan, dan didikan orang tua merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi benteng moral agar generasi muda terhindar dari berbagai perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai perlindungan diri, kesehatan reproduksi, dampak pergaulan bebas, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun saksi tindak kekerasan seksual. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga mengadakan kuis interaktif dengan hadiah bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang telah disampaikan.

Salah satu narasumber dari KPAI, Ibu Kuratu Akyun, S.Pd., M.M., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta.

"Jika tetesan surga diteteskan ke dunia, maka salah satunya adalah Indonesia. Kita harus bangga menjadi anak Indonesia. Karena itu, mari kita jaga diri, jaga hukum, dan jaga masa depan dengan menjadi generasi yang berkarakter, saling menghormati, serta berani melindungi diri dan orang lain dari segala bentuk kekerasan."

Menjelang penutupan, moderator merangkum seluruh materi dengan menegaskan bahwa menjaga diri merupakan tanggung jawab setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan. Seluruh peserta diajak menghormati hak orang lain, berani melaporkan tindakan kekerasan seksual, serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber, sesi foto bersama, serta doa penutup.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKM Kelompok 57 Universitas Bina Bangsa berharap para peserta mampu menjadi pelopor dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan KPAI diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat, berkarakter, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menjaga diri dan menghormati hak orang lain.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url