Dari Kipas Anyaman Menjadi Suvenir Mini, Inovasi Kelompok 89 KKM UNIBA untuk UMKM Lokal

 

 Mahasiswa KKM Kelompok 89 bersama Pak Muksin, pengrajin anyaman bambu penyandang disabilitas, menunjukkan hasil kerajinan anyaman bambu dan inovasi produk berupa gantungan kunci kipas mini.

LEBAK – Kelompok 89 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melaksanakan program pendampingan UMKM melalui dokumentasi proses pembuatan kerajinan anyaman bambu serta pemetaan lokasi usaha menggunakan Google Maps. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif ini dilaksanakan pada minggu ketiga hingga keempat KKM di rumah produksi milik Pak Muksin, pengrajin anyaman bambu penyandang disabilitas di Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Selama lebih dari 10 tahun, Pak Muksin menekuni usaha kerajinan anyaman bambu dengan menghasilkan berbagai produk berkualitas yang telah dipasarkan ke berbagai daerah. Namun, lokasi rumah produksinya yang berada di kawasan cukup terpencil sering kali menyulitkan pelanggan untuk menemukan tempat usahanya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM membantu membuatkan titik lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah diakses oleh calon konsumen.

Koordinator Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif Kelompok 89 KKM UNIBA, Siti Fitria Sulistiawati, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah sederhana, namun memiliki manfaat besar dalam mendukung perkembangan UMKM.

"Melalui pemetaan lokasi di Google Maps, kami berharap pelanggan dari luar daerah dapat lebih mudah menemukan rumah produksi Pak Muksin. Kami juga ingin memperkenalkan kerajinan anyaman bambu ini kepada masyarakat yang lebih luas melalui media digital," ujarnya.

Selain membantu digitalisasi lokasi usaha, mahasiswa KKM juga mendokumentasikan proses pembuatan kerajinan anyaman bambu dalam bentuk video yang akan dipublikasikan melalui YouTube sebagai media promosi. Dokumentasi tersebut diharapkan mampu memperkenalkan proses produksi sekaligus meningkatkan daya tarik produk kepada masyarakat luas.

Sebagai bentuk inovasi, Kelompok 89 KKM UNIBA turut mengembangkan produk turunan berupa gantungan kunci berbentuk kipas mini yang terinspirasi dari produk utama hasil anyaman Pak Muksin. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi suvenir khas yang memiliki nilai jual lebih tinggi, menarik minat pasar khususnya kalangan muda, serta membuka peluang pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal.

Pak Muksin mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKM. Menurutnya, keberadaan titik lokasi di Google Maps akan memudahkan pelanggan menemukan rumah produksinya, sementara inovasi produk yang dikembangkan mahasiswa diharapkan mampu menjadi alternatif baru dalam memperluas pasar kerajinan anyaman bambu.

Melalui program ini, Kelompok 89 KKM Universitas Bina Bangsa berharap pendampingan yang dilakukan tidak hanya mendorong digitalisasi UMKM, tetapi juga meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya para pelaku usaha lokal, termasuk penyandang disabilitas yang terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian desa.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url