KKM 97 UNIBA Gelar Seminar UMKM di Desa Mekar Baru, Dorong Branding Produk dan Pemasaran Digital
SERANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 97 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar Seminar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk "Pentingnya Branding Produk dan Media Pemasaran Digital dalam Menciptakan Keunggulan Produk yang Kompetitif" di Kantor Desa Mekar Baru, Kabupaten Serang. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM menghadapi tantangan era digital.
Seminar dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, perangkat Desa Mekar Baru, mahasiswa KKM 97 UNIBA, serta masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan yang diawali dengan registrasi, pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga rangkaian sambutan dari Pemerintah Desa Mekar Baru, Ketua Kelompok KKM 97 UNIBA, dan Ahmad Munawir, M.Kom.
Dalam sambutannya, Ahmad Munawir, M.Kom. menegaskan bahwa transformasi digital menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Menurutnya, penguatan branding dan pemanfaatan teknologi pemasaran merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pasar.
"Kami berharap seminar ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mengembangkan usahanya, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mekar Baru," ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh Dr. Hafidz Hanafiah, M.M. yang membahas pentingnya membangun identitas merek (branding) sebagai faktor utama dalam meningkatkan nilai jual produk. Ia menjelaskan bahwa branding bukan sekadar logo atau kemasan, tetapi bagaimana sebuah produk mampu menghadirkan kepercayaan, kualitas, dan nilai yang melekat di benak konsumen.
Selain branding, Dr. Hafidz juga mengupas strategi pemasaran digital yang efektif melalui berbagai platform media sosial dan marketplace. Menurutnya, pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, sekaligus membangun citra usaha yang lebih profesional.
"Branding bukan hanya sekadar logo atau kemasan, melainkan bagaimana sebuah produk mampu membangun kepercayaan dan memberikan nilai yang membedakannya dari produk lain. Di era digital saat ini, pelaku UMKM juga harus mampu memanfaatkan media pemasaran digital agar produknya semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat," ungkap Dr. Hafidz Hanafiah, M.M.
Suasana seminar berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari strategi membangun merek, teknik promosi digital, hingga cara meningkatkan penjualan produk di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Melalui seminar ini, KKM 97 UNIBA berharap pelaku UMKM Desa Mekar Baru mampu menerapkan strategi branding yang tepat serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang efektif. Dengan demikian, produk-produk lokal diharapkan memiliki nilai tambah, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa Universitas Bina Bangsa kepada masyarakat dalam mendukung penguatan ekonomi desa berbasis UMKM. Ke depan, KKM 97 UNIBA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Mekar Baru.
