Edukasi Karakter Sejak Dini, KKM 89 UNIBA Ciptakan Ruang Aman bagi Siswa SDN 1 Panancangan
![]() |
| Foto bersama mahasiswa KKM Kelompok 89 dan siswa SDN 1 Panancangan usai kegiatan edukasi karakter dan kampanye anti-bullying. |
LEBAK – Membangun karakter anak tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dengan menghadirkan ruang yang aman agar mereka berani menyampaikan perasaan dan pengalaman. Hal inilah yang menjadi pendekatan Kelompok 89 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) dalam kegiatan "Edukasi Karakter Sejak Dini: Kampanye Anti-Bullying" di SD Negeri 1 Panancangan, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas III dan IV tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai bullying, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dan menghormati sesama teman di lingkungan sekolah.
Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Setelah sesi edukasi, mahasiswa KKM menghadirkan kegiatan yang berbeda dari sosialisasi pada umumnya, yakni sesi curhat. Dalam sesi ini, siswa diberi kesempatan berbicara secara pribadi dengan mahasiswa mengenai pengalaman maupun perasaan yang mereka alami di lingkungan sekolah.
Sesi tersebut menjadi salah satu momen paling bermakna dalam kegiatan. Sejumlah siswa mengungkapkan bahwa mereka pernah mengalami perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Tanpa mengungkap identitas ataupun pengalaman mereka di hadapan teman-temannya, mahasiswa KKM mendengarkan setiap cerita dengan penuh empati serta memberikan dukungan dan motivasi.
Suasana yang semula dipenuhi antusiasme perlahan berubah menjadi lebih haru ketika beberapa siswa mulai berani membuka diri. Momen tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan bullying tidak hanya membutuhkan edukasi, tetapi juga kehadiran lingkungan yang mampu membuat anak merasa aman, dihargai, dan didengar.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa KKM kembali memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuliskan kesan, pesan, maupun curahan hati melalui secarik kertas yang telah disediakan. Cara ini menjadi alternatif bagi siswa yang masih merasa malu untuk menyampaikan perasaannya secara langsung.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 89 KKM UNIBA berharap siswa tidak hanya memahami bahwa bullying merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap perundungan, berani mencari bantuan ketika mengalami atau menyaksikan bullying, serta memahami bahwa setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan didengar.
"Mencegah bullying bukan hanya tentang menghentikan perilaku buruk, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang membuat setiap anak merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri."
.jpg)