Belajar Jadi Menyenangkan, Mahasiswa Unimor Hadirkan Edukasi Kreatif Lewat “Bermain Sambil Belajar” di PAUD Upkasen
TTU, Elemedemokrasi.com- Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Bermain Sambil Belajar”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kreatif dalam menghadirkan proses edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di PAUD Upkasen dan diikuti oleh tujuh mahasiswa dari Program Studi Administrasi Negara.
Program ini dirancang dengan menggabungkan unsur permainan dan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar secara alami tanpa merasa terbebani.
Koordinator kegiatan, Alfridus Seran, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendidik sekaligus mengasah pola pikir anak sejak usia dini. Menurutnya, pendekatan yang tepat dapat membentuk generasi yang lebih kritis di masa depan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik anak usia dini dan mengasah pola pikir mereka agar kelak menjadi generasi yang kritis,” ujarnya dalam keterangan tertulis (15/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator.
Mereka membantu anak-anak memilih aktivitas yang sesuai dengan usia dan minat, serta mengarahkan jalannya permainan agar tetap edukatif. Tidak hanya itu, anak-anak juga didorong untuk aktif mengamati, bertanya, dan mencoba hal-hal baru.
Alfridus menegaskan bahwa pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami.
“Dengan pendekatan ini, proses belajar menjadi lebih interaktif, bermakna, dan mudah dipahami oleh anak,” tambahnya.
Selain berperan dalam pembelajaran, para pendamping juga memastikan suasana kegiatan tetap aman dan menyenangkan.
Lingkungan yang nyaman terbukti membuat anak-anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, berani mencoba hal baru, serta tidak takut melakukan kesalahan.
Mereka juga belajar mengelola emosi saat menghadapi kegagalan maupun perbedaan pendapat dengan teman sebaya.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa turut memberikan hadiah kepada anak-anak berupa pensil warna dan buku gambar. Pemberian ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga bertujuan untuk mendukung kreativitas anak.
“Pemberian hadiah ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkarya,” tutup Alfridus.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung secara formal. Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, pembelajaran tetap dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak sejak dini.
