LMND Menegaskan Tidak Terlibat dalam defile Bhayangkara yang ke-80 Tahun

         Agung Triyanto Wakil Ketua Umum                 Dalam Negeri Liga Mahasiswa Nasional           Untuk Demokrasi 


Jakarta,elemendemokrasi.com-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muh. Isnain Mukadar dan Sekretaris Jenderal Julfikar Hasan memberikan klarifikasi terkait munculnya logo LMND dalam rombongan defile Batalyon Gabungan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Dalam barisan defile tersebut, rombongan mahasiswa tampak melintas dengan formasi yang tertib dan kompak sambil membawa spanduk bertuliskan “Cipayung Plus” dan “Gabungan BEM”. Pada parade itu juga tampak logo LMND ikut berada dalam barisan.

Wakil Ketua Umum LMND Dalam Negeri, Agung Trianto, menegaskan bahwa LMND di bawah kepemimpinan nasional saat ini tidak ikut serta maupun menghadiri parade Batalyon Gabungan dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

"Kami menegaskan bahwa LMND di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muh. Isnain Mukadar dan Sekretaris Jenderal Julfikar Hasan tidak ikut maupun hadir dalam parade Batalyon Gabungan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Munculnya logo LMND dalam barisan tersebut tidak merepresentasikan sikap maupun keterlibatan organisasi secara nasional," ujar Agung Trianto, dalam keterangannya pada Senin (6/07/2026)

Agung menjelaskan, saat ini organisasi tengah memusatkan perhatian pada agenda internal anggota dan penguatan ideologi organisasi. Fokus tersebut diarahkan pada pelaksanaan Pendidikan Tingkat Lanjut (PTL) II, Sekolah Pelopor, serta puncak Hari Lahir LMND ke-27 yang akan dihadiri delegasi oleh Eksekutif Wilayah dan Eksekutif Kota dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, agenda tersebut merupakan ruang strategis untuk memperkuat kualitas anggota dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

"Dalam menyambut Hari Lahir ke-27, LMND menyelenggarakan PTL II dan Sekolah Pelopor. Ini adalah ruang menempa karakter, memperkuat ideologi, memperdalam analisis geopolitik dan ekonomi politik, serta mencetak anggota yang siap memimpin Indonesia di masa depan," kata Agung.

Ia menambahkan, bagi LMND, nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada simbol dan seremoni semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui gagasan, pengabdian kepada rakyat, serta perjuangan menegakkan keadilan sosial.

Agung menilai situasi global saat ini menghadirkan tantangan besar bagi Indonesia. Persaingan geopolitik dunia semakin ketat, sementara Indonesia masih menghadapi persoalan ketimpangan ekonomi, korupsi, kebocoran kekayaan negara, serta pekerjaan rumah dalam mewujudkan keadilan sosial.

Dalam situasi tersebut, menurutnya, mahasiswa harus tetap menjaga orientasi perjuangan.

"Mahasiswa bukan sekadar pelopor demonstrasi, tetapi pelopor sejarah; pelopor yang berpikir jernih, berideologi kuat, dan mampu menawarkan jalan keluar bagi bangsa," tutupnya.

 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url