KKM 53 UNIBA Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas kepada Siswa SDN Kadukacapi Sejak Usia Dini

 


Serang — Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga dunia pendidikan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pendidikan keselamatan sejak dini, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 53 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) mengadakan kegiatan Pengenalan Rambu Lalu Lintas bagi siswa kelas V dan VI SDN Kadukacapi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, pada Sabtu (1/8/2026). Materi disampaikan oleh Nesta Dean Mahesa, mahasiswa KKM 53 UNIBA yang juga berprofesi sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Edukasi ini dirancang agar siswa memahami bahwa rambu lalu lintas bukan sekadar simbol yang terpampang di sepanjang jalan, melainkan pedoman penting yang berfungsi melindungi keselamatan setiap pengguna jalan. Dengan memahami makna dan fungsi rambu sejak usia sekolah dasar, anak-anak diharapkan memiliki kesadaran untuk bersikap lebih tertib dan berhati-hati saat beraktivitas di lingkungan lalu lintas.

Dalam pemaparannya, pemateri mengenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas, mulai dari rambu larangan, perintah, peringatan, hingga petunjuk. Setiap materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana serta disertai contoh situasi yang sering ditemui anak-anak, sehingga peserta dapat menghubungkan teori dengan kondisi nyata di sekitar mereka.

Suasana belajar berlangsung aktif. Siswa tampak antusias ketika diminta menebak arti berbagai rambu yang ditampilkan dan berbagi pengalaman saat berada di jalan bersama orang tua. Melalui interaksi tersebut, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memahami alasan di balik setiap aturan yang harus dipatuhi.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti lebih berhati-hati saat menyeberang jalan, memahami pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan ketika berkendara, serta mengenali tanda-tanda yang memberikan peringatan maupun petunjuk di jalan raya. Kesadaran tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk melindungi diri sekaligus menghargai hak pengguna jalan lainnya.

Kehadiran pemateri yang merupakan anggota kepolisian memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi para siswa. Selain memperoleh teori, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai bagian dari upaya mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KKM 53 UNIBA berharap edukasi keselamatan berlalu lintas tidak berhenti sebagai materi pembelajaran di kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengetahuan yang dimiliki, siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan, memiliki karakter disiplin, serta berperan sebagai agen perubahan kecil yang mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk semakin sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url