Mahasiswa KKM Observasi Pelayanan dan Kondisi Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Waringinkurung

 

WARINGINKURUNG — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melakukan observasi pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Waringinkurung pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung jalannya pelayanan kesehatan sekaligus mengetahui kondisi dan permasalahan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengamati aktivitas pelayanan kesehatan yang berlangsung di puskesmas. Selain itu, mahasiswa juga menggali informasi mengenai berbagai program kesehatan serta permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Waringinkurung.

Berdasarkan Profil UPT Puskesmas Waringinkurung Tahun 2025, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah status gizi bayi dan balita. Dari sebanyak 3.409 bayi dan balita yang menjadi sasaran pemantauan, tercatat 3.082 anak atau sekitar 90,4 persen telah mengikuti penimbangan.

Hasil pemantauan menunjukkan terdapat 117 balita dengan status gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U), 71 balita kurus berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), serta 34 balita pendek berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U).

Pemantauan status gizi tersebut dilakukan secara rutin melalui kegiatan posyandu yang tersebar di 11 desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Waringinkurung.

Selain persoalan gizi, sejumlah penyakit juga tercatat di wilayah kerja puskesmas. Pada tahun 2025 terdapat 24 kasus campak, yang terdiri dari 13 kasus pada laki-laki dan 11 kasus pada perempuan.

Sementara itu, terdapat empat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat di Desa Waringinkurung, Desa Sukadalem, dan Desa Sukabares.

Dalam program pengendalian HIV/AIDS, tercatat sebanyak 11 kasus HIV/AIDS pada tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari delapan kasus pada laki-laki dan tiga kasus pada perempuan, dengan lima di antaranya merupakan kasus baru.

Selain itu, terdapat tiga kasus kusta tipe MB yang mendapatkan tata laksana pengobatan melalui poli kusta. Sementara itu, tercatat sebanyak 238 kasus diare pada bayi dan balita, sedangkan jumlah kasus diare pada seluruh kelompok umur mencapai 730 kasus dan telah mendapatkan penanganan sesuai tata laksana penyakit diare.

Hasil observasi juga menunjukkan adanya berbagai upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh pihak puskesmas, termasuk dalam pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Kepala UPT Puskesmas Waringinkurung menyampaikan rencana pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan disertai dengan kegiatan senam sehat bagi masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki atau berisiko mengalami penyakit tidak menular.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta menerapkan pola hidup sehat dan aktif.

“Ke depannya akan diadakan CKG dan senam sehat untuk masyarakat, khususnya bagi yang memiliki penyakit tidak menular. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus menjaga kebugaran,” ujar Kepala Puskesmas Waringinkurung.

Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, Kesehatan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, Illah Dhana Fitriyani, menyampaikan bahwa hasil observasi memberikan gambaran mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat yang dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan program kerja KKM.

“Dari hasil observasi ini, kami jadi lebih mengetahui kondisi kesehatan yang ada di wilayah Waringinkurung. Data yang kami dapatkan akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyesuaikan program kerja kesehatan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kegiatan yang kami lakukan tidak hanya sekadar terlaksana, tetapi juga dapat memberikan manfaat sesuai dengan permasalahan kesehatan di lapangan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan observasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat serta berbagai upaya yang dilakukan UPT Puskesmas Waringinkurung dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk membangun koordinasi dengan pihak puskesmas dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan di tengah masyarakat.

Hasil observasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut bagi mahasiswa KKM dalam menyusun dan melaksanakan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pihak puskesmas, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung peningkatan kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan, pencegahan penyakit, serta penerapan pola hidup sehat.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url