KKM Kelompok 59 UNIBA Pasang Reflektor Jalan di Makam Bata, Desa Sukadalem
SERANG — KKM Kelompok 59 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) bersama pemuda Desa Sukadalem melaksanakan pemasangan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa reflektor jalan di kawasan Makam Bata, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Pemasangan reflektor tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda setempat terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya di kawasan yang minim pencahayaan pada malam hari.
Kegiatan ini dilaksanakan setelah KKM Kelompok 59 melihat kondisi sejumlah titik jalan di Desa Sukadalem yang minim penerangan. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan pengguna jalan dalam melihat batas jalan ketika melintas pada malam hari.
Melalui program TTG, mahasiswa kemudian memilih pemasangan reflektor jalan sebagai salah satu solusi sederhana yang dapat membantu meningkatkan visibilitas pengguna jalan.
Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa bersama pemuda setempat terlebih dahulu menentukan titik-titik yang dinilai membutuhkan reflektor.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengukur lokasi, menggali tanah, membuat adukan semen, hingga memasang reflektor pada titik yang telah ditentukan.
Pemasangan reflektor diharapkan dapat membantu pengguna jalan mengenali batas jalan ketika kondisi lingkungan gelap. Dengan adanya pantulan cahaya dari kendaraan, reflektor dapat menjadi penanda visual bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Ketua KKM Kelompok 59 UNIBA, M. Esa Fajriansyah, mengatakan program tersebut berangkat dari kondisi nyata yang ditemukan mahasiswa di lapangan.
“TTG ini kita buat berdasarkan kondisi jalan yang ada, dan berawal dari keresahan saya pribadi ketika berkendara melewati jalan tersebut. Dengan banyak opsi, kami memilih opsi terbaik yaitu pembuatan reflektor jalan. Hal ini bertujuan demi keamanan dan keselamatan pengendara supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.”
Menurutnya, program TTG tidak hanya dibuat sebagai bagian dari kegiatan KKM, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Wakil Ketua KKM Kelompok 59 UNIBA, M. Kevi Malisi, menjelaskan bahwa penentuan teknologi tepat guna dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
“Menentukan alat TTG untuk kelompok dari awal sebenarnya banyak banget opsi yang akan diambil. Melihat kondisi jalan yang bagus tetapi minim penerangan jalan, dengan ini kami memutuskan untuk memasang reflektor jalan agar bisa membantu pengguna jalan mengetahui batas jalan pada malam hari.”
Ia berharap teknologi sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggunakan akses jalan di kawasan tersebut.
Pemasangan reflektor jalan juga melibatkan pemuda Desa Sukadalem. Keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan karena program tersebut tidak hanya dikerjakan oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat.
Salah satu pemuda Desa Sukadalem, Jamal, turut serta dalam proses pemasangan reflektor jalan.
“Saya bersama mahasiswa KKM ikut serta dalam pemasangan reflektor jalan ini. Karena sebagai pemuda, akhirnya saya tumbuh rasa semangat demi membangun desa yang aman dan nyaman bagi para pengunjung maupun masyarakat setempat yang berlalu lalang melewati desa kami.”
Keterlibatan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKM dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih aman dan nyaman.
Melalui pemasangan reflektor jalan ini, KKM Kelompok 59 UNIBA berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program pengabdian yang dilaksanakan selama berada di Desa Sukadalem.
Mahasiswa juga berharap keberadaan reflektor dapat membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari di kawasan yang masih minim pencahayaan.
Selain itu, kolaborasi yang telah terbangun antara mahasiswa, pemuda, dan masyarakat diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan Desa Sukadalem.
Program pemasangan reflektor jalan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.
