Mahasiswa KKM Desa Pelamunan Kembangkan Alat Monitoring Suhu Air Otomatis untuk Mendukung BUMDes
![]() |
SERANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Pelamunan mengembangkan alat monitoring suhu air otomatis sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu proses pemantauan kondisi suhu air secara lebih praktis dan efisien.
Pembuatan alat ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKM yang berfokus pada pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang dikombinasikan dengan sensor suhu air DS18B20, LCD I2C, serta buzzer sebagai indikator peringatan.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan perancangan rangkaian elektronik dan pemrograman sistem. Sensor DS18B20 digunakan untuk membaca suhu air, kemudian data hasil pengukuran diproses oleh Arduino dan ditampilkan secara langsung melalui layar LCD.
Selain menampilkan nilai suhu, alat tersebut juga dilengkapi dengan sistem peringatan menggunakan buzzer. Buzzer akan memberikan tanda apabila suhu air berada di bawah atau di atas batas yang telah ditentukan. Dengan sistem tersebut, pengguna dapat mengetahui kondisi suhu air secara lebih cepat tanpa harus melakukan pengukuran secara manual.
Salah satu mahasiswa KKM menyampaikan bahwa pembuatan alat ini merupakan bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi teknologi sederhana.
“Kami mencoba membuat alat yang sederhana tetapi bisa memberikan manfaat bagi BUMDes. Dengan adanya monitoring suhu otomatis, kondisi suhu air dapat dipantau dengan lebih mudah dan pengguna bisa mengetahui apabila terjadi perubahan suhu yang berada di luar batas normal,” ujarnya.
Dalam proses pengembangan, mahasiswa juga melakukan beberapa tahap pengujian untuk memastikan sensor dapat membaca suhu air dengan baik. Pengujian dilakukan dengan memasukkan sensor DS18B20 ke dalam air dan mengamati perubahan nilai suhu yang ditampilkan pada layar LCD.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dapat membaca suhu air dan menampilkan hasil pengukuran secara langsung. Sistem peringatan juga diuji dengan menggunakan batas suhu tertentu sehingga buzzer dapat aktif ketika suhu berada di luar rentang yang telah ditentukan.
Pembuatan alat monitoring suhu air otomatis ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi teknologi sederhana yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan BUMDes. Sistem tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk pemantauan suhu air, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi perangkat berbasis Internet of Things (IoT).
Ke depannya, alat tersebut dapat dilengkapi dengan koneksi internet sehingga data suhu dapat dipantau melalui smartphone maupun dashboard berbasis web. Dengan pengembangan tersebut, pengelola BUMDes dapat melakukan pemantauan kondisi air tanpa harus selalu berada di dekat alat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya berupaya menjalankan program kerja, tetapi juga memberikan kontribusi melalui penerapan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pembuatan alat monitoring suhu air otomatis diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung kegiatan BUMDes serta pengembangan potensi usaha di Desa Pelamunan.
.jpg)