Observasi KKM 59 UNIBA: TK Al-Irsyad Perkuat Literasi, Numerasi, dan Minat Bakat Anak
Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 59 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melaksanakan observasi mengenai kesiapan anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) sekaligus pengembangan minat dan bakat peserta didik di TK Al-Irsyad, Desa Sukadalem, pada Senin (3/8/2026) pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang diterapkan sekolah dalam membentuk kemampuan akademik, karakter, serta potensi anak sejak usia dini.
Berdasarkan hasil observasi, TK Al-Irsyad menerapkan sistem pembelajaran yang terstruktur melalui program harian dan mingguan. Kurikulum yang dijalankan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan literasi dan numerasi sebagai bekal memasuki SD, tetapi juga mengembangkan karakter, kreativitas, nilai keagamaan, serta potensi setiap peserta didik.
Pada hari Senin, kegiatan diawali dengan upacara bendera sebagai sarana menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air sejak dini. Setelah itu, peserta didik mengikuti pembelajaran literasi yang difokuskan pada kemampuan menulis sebagai dasar penguasaan bahasa.
Memasuki hari Selasa, pembelajaran membaca dilakukan dengan metode anak maju ke depan kelas secara bergantian. Metode ini diterapkan untuk meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, sekaligus kemampuan membaca. Di hari yang sama, peserta didik juga mendapatkan pembelajaran numerasi melalui pengenalan angka dan konsep berhitung menggunakan media konkret, seperti buah-buahan dan alat peraga lainnya agar lebih mudah dipahami.
Sementara itu, kegiatan pada hari Rabu diisi dengan membaca surat-surat pendek Al-Qur'an serta aktivitas kreativitas, seperti membuat kerajinan sederhana berbentuk pesawat, mobil, maupun anggota tubuh. Kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan imajinasi, motorik halus, serta kepercayaan diri anak dalam berkarya.
Pada hari Kamis, sekolah memfokuskan pembelajaran pada pembiasaan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan mengaji, doa harian, dan praktik wudu. Adapun kegiatan pembelajaran pada hari Jumat ditutup dengan senam bersama, pembelajaran lagu dan tarian Nusantara, serta pelaksanaan salat Dhuha berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter religius dan kebersamaan.
Saat ini, TK Al-Irsyad memiliki 99 peserta didik yang didampingi oleh 10 guru bersertifikasi. Meski demikian, pihak sekolah mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan kemampuan literasi sebagian peserta didik. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menjalin komunikasi intensif dengan orang tua guna menentukan langkah terbaik, seperti memberikan pendampingan tambahan maupun mempertimbangkan pengulangan tahun ajaran apabila usia anak masih memungkinkan.
Selain memperkuat kemampuan akademik, TK Al-Irsyad juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan minat dan bakat peserta didik. Bidang seni, khususnya menggambar dan mewarnai, menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati anak-anak. Bahkan, beberapa peserta didik yang belum optimal dalam kemampuan membaca justru menunjukkan potensi yang menonjol di bidang seni.
Sebagai bentuk pengembangan potensi, sekolah secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan tahunan, seperti pentas kreativitas, lomba pidato, dan field trip edukatif. Selain itu, peserta didik juga didorong mengikuti berbagai perlombaan dan turnamen tingkat kecamatan hingga kabupaten sebagai wadah untuk mengasah kemampuan dan membangun rasa percaya diri sejak usia dini.
Kepala TK Al-Irsyad mengatakan bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan kecepatan belajar yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
"Kami memahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Ada yang unggul di akademik, ada juga yang menonjol di bidang seni. Tugas kami adalah memfasilitasi semuanya agar berkembang secara optimal," ujarnya.
Salah seorang guru TK Al-Irsyad juga menjelaskan bahwa proses mendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat.
"Mengajar anak TK pada dasarnya seperti mengasuh anak pada umumnya, namun ada sentuhan ilmu yang kami masukkan untuk membentuk kebiasaan baik sejak dini," tuturnya.
Koordinator Bidang 1 KKM 59 UNIBA, Dini Ayu Nirmala, menilai sistem pembelajaran yang diterapkan TK Al-Irsyad telah berjalan dengan baik karena mampu mengintegrasikan aspek akademik, karakter, dan pengembangan potensi peserta didik.
"Menurut saya, pembelajaran di TK Al-Irsyad sudah cukup baik karena anak-anak tidak hanya belajar literasi dan numerasi, tetapi juga dibiasakan dengan kegiatan keagamaan serta pengenalan budaya Nusantara. Selain itu, terdapat program parenting yang membantu orang tua memahami kebutuhan perkembangan anak. Harapannya, program-program tersebut dapat terus berjalan secara konsisten meskipun terjadi perubahan kurikulum," ungkapnya.
Melalui berbagai program yang terencana dan berkelanjutan, TK Al-Irsyad berharap mampu mencetak generasi yang siap memasuki jenjang Sekolah Dasar, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, kreativitas tinggi, serta rasa percaya diri. Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas program pengembangan minat dan bakat agar setiap anak dapat tumbuh sesuai potensi terbaik yang dimilikinya.
.jpg)