KKM 53 UNIBA Serahkan Smart Village Tanjungsari, Dorong Digitalisasi Pelayanan dan Potensi Desa
Serang, 5 September 2026 — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 53 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melalui Bidang 5 Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi menyerahkan Smart Village Tanjungsari kepada Pemerintah Desa Tanjungsari pada 24 Agustus 2026. Website ini menjadi salah satu program kerja KKM 53 UNIBA yang dirancang untuk mendukung digitalisasi pelayanan publik, keterbukaan informasi, serta memperkenalkan berbagai potensi Desa Tanjungsari, Kabupaten Serang.
Smart Village Tanjungsari merupakan bentuk pemanfaatan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah desa dan masyarakat. Website tersebut memuat berbagai informasi mengenai profil desa, struktur pemerintahan, UMKM, objek wisata lokal, serta potensi desa lengkap dengan profil dan lokasi yang dapat diakses secara digital.
Tidak hanya sebagai pusat informasi, Smart Village Tanjungsari juga dilengkapi fitur pembuatan surat administrasi secara otomatis. Masyarakat dapat mengisi biodata dan formulir sesuai kebutuhan surat, kemudian data tersebut diproses ke dalam format dokumen yang dibutuhkan. Fitur ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi desa.
Ketua KKM 53 UNIBA, M. Dzikra Pratama, menjelaskan bahwa pembangunan website tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan platform digital, tetapi juga pada keberlanjutan pemanfaatannya oleh pemerintah dan masyarakat desa.
“Smart Village Tanjungsari kami rancang sebagai teknologi tepat guna yang benar-benar bisa digunakan. Jadi, bukan hanya untuk menampilkan informasi desa, tetapi juga membantu pelayanan administrasi masyarakat, memperkenalkan UMKM dan potensi wisata, serta menyediakan informasi APBDes dan Peraturan Desa secara lebih terbuka. Yang paling penting, website ini kami serahkan dan aksesnya diberikan kepada pemerintah desa agar dapat terus dikelola dan dikembangkan,” ujar M. Dzikra Pratama.
Ia menegaskan, KKM 53 UNIBA juga berkomitmen untuk tidak berhenti pada tahap pembuatan dan penyerahan website. Pendampingan kepada pemerintah desa akan terus dilakukan agar aparatur desa mampu mengelola, memperbarui, dan mengembangkan informasi di dalam website secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami dari KKM 53 UNIBA berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah Desa Tanjungsari dalam mengelola website ini. Harapannya, setelah program KKM selesai, website tetap aktif, informasinya terus diperbarui, dan benar-benar bisa memberikan manfaat bagi pemerintah desa maupun masyarakat,” tambahnya.
Kepala Desa Tanjungsari, Zainal Arifin, menyambut positif kehadiran Smart Village Tanjungsari. Menurutnya, Desa Tanjungsari sebelumnya memang telah memiliki website, tetapi pemerintah desa belum memiliki akses untuk mengelolanya secara optimal.
“Sebelumnya memang sudah ada website, tetapi kami tidak punya akses untuk mengelolanya. Sekarang sudah ada dan kami diberikan akses website desa. Tentunya kami sangat positif dan terbantu, karena ke depannya website ini bisa kami gunakan untuk menyampaikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zainal Arifin.
Selain mendukung pelayanan administrasi, Smart Village Tanjungsari juga memuat informasi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta Peraturan Desa sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi dan keterbukaan informasi publik. Platform ini sekaligus menjadi media digital untuk memperkenalkan identitas dan berbagai potensi Desa Tanjungsari kepada masyarakat luas.
Penyerahan website pada 24 Agustus 2026 tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan layanan desa berbasis teknologi. KKM 53 UNIBA berharap Smart Village Tanjungsari tidak berhenti sebagai luaran kegiatan KKM, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan pendampingan yang terus dilakukan, Smart Village Tanjungsari diharapkan menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik, keterbukaan informasi, serta promosi potensi desa di era digital.
