Tiga Dusun di Desa Tunmat Masih Gelap, Warga Malaka Menanti Janji Terang Pemerintah
MALAKA, Elemendemokrasi.com —Di tengah gencarnya pembangunan dan kemajuan teknologi, masyarakat Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, masih hidup dalam kegelapan. Hingga hari ini, tiga dusun di desa tersebut—Dusun Kfauwa, Dusun Malak, dan Dusun Bubun—belum tersentuh aliran listrik.
Padahal, listrik merupakan kebutuhan dasar yang menunjang berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga komunikasi.
Ketiadaan listrik membuat dua sekolah di desa itu kesulitan melaksanakan proses belajar-mengajar secara optimal. Selain itu, pelayanan publik seperti puskesmas dan fasilitas jaringan telekomunikasi pun sangat terbatas.
Kondisi ini bertolak belakang dengan slogan pembangunan Kabupaten Malaka, “Malaka Laka Tebes”, yang berarti Malaka harus maju dan sejahtera. Namun kenyataannya, sebagian warga masih hidup tanpa penerangan dan akses energi yang layak.
“Ini bukan sekadar soal kegelapan, tetapi soal kesejahteraan dan keadilan sosial,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Ia menilai, jika pemerintah benar-benar mengamalkan sila kelima Pancasila—Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia—maka seharusnya tidak ada warga yang dibiarkan hidup tanpa listrik hingga hari ini.
Seorang warga Desa Tunmat yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah.
“Kalian berjanji bahwa Indonesia akan terang dan membangun negeri yang lebih baik, tapi kenyataannya janji manis itu hanya omong kosong,” ujarnya dengan nada kecewa.
Masyarakat Desa Tunmat berharap Pemerintah Kabupaten Malaka segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan listrik yang telah berlarut-larut ini. Mereka menegaskan, akses energi bukan sekadar fasilitas, tetapi hak dasar untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
