KKN UIN Walisongo posko 172 Buka Rangkaian Merdeka Fest Desa Pamriyan Dengan Penanaman Pohon

 


Kendal — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 172 menginisiasi rangkaian kegiatan Merdekafest di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Rangkaian kegiatan tersebut dibuka secara simbolis melalui penanaman pohon di kawasan Jalan Talang, Desa Pamriyan pada Sabtu (15/8/2026), sebagai bentuk perpaduan antara semangat perayaan kemerdekaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi langkah awal dari rangkaian Merdekafest yang dirancang oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 172 selama menjalankan pengabdian di Desa Pamriyan. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan desa sebagai bentuk kolaborasi dalam memeriahkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah Desa Pamriyan turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa, ibu-ibu PKK, REMIK (Remaja Pamriyan Krajan), serta mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 172 sebagai penyelenggara kegiatan.

Pemilihan penanaman pohon sebagai pembuka Merdekafest tidak semata-mata dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial. Di tengah rangkaian perayaan kemerdekaan yang identik dengan perlombaan dan berbagai kegiatan hiburan masyarakat, mahasiswa KKN Posko 172 mencoba menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai keberlanjutan bagi lingkungan Desa Pamriyan.

Pohon kayu manis dan tabebuya adalah jenis pohon yang ditanam menjadi simbol dimulainya rangkaian Merdekafest dengan sebuah langkah sederhana yang diharapkan dapat tumbuh dan memberi manfaat dalam jangka panjang. Penanaman kedua jenis pohon tersebut juga menjadi wujud kepedulian mahasiswa KKN Posko 172 terhadap lingkungan Desa Pamriyan.

Sebelum menuju lokasi penanaman, para peserta terlebih dahulu berkumpul di balai desa. Selanjutnya, peserta bersama-sama menuju kawasan Jalan Talang untuk melaksanakan penanaman bibit pohon. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN bersama Pemerintah Desa, ibu-ibu PKK, dan anggota Karang Taruna REMIK. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa KKN tidak berdiri sendiri dalam menjalankan rangkaian Merdekafest, melainkan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalankan masa pengabdian di Desa Pamriyan.

Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 172, Merdekafest menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menciptakan ruang kebersamaan selama berada di Desa Pamriyan. Perayaan kemerdekaan tidak hanya ditempatkan sebagai momentum untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menguatkan interaksi sosial, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, REMIK (Remaja Pamriyan Krajan) sebagai wadah kepemudaan di Desa Pamriyan turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran generasi muda dalam penanaman pohon menjadi bagian dari kolaborasi lintas kelompok dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat memeriahkan kemerdekaan dapat menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan pemuda desa.

Penanaman pohon di Jalan Talang kemudian menjadi penanda dimulainya rangkaian Merdekafest yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN Posko 172. Kegiatan tersebut menjadi pembuka sebelum berbagai agenda perayaan kemerdekaan lainnya dilaksanakan.

Tazkiyatun Nufus selaku ketua pelaksana kegiatan MerdekaFest berharap rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Posko 172 tidak hanya menjadi momentum untuk memeriakan HUT RI Ke-81, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi Masyarakat dan lingkungan desa pamriyan

Melalui rangkaian Merdekafest, mahasiswa KKN Posko 172 berupaya menghadirkan perayaan HUT ke-81 RI yang tidak hanya meriah, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan kebermanfaatan. Penanaman pohon dipilih sebagai langkah pertama untuk membawa pesan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui euforia, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url