Rumah Cerdas Gizi, Edukasi Interaktif KKM di TK Al Fath Pelamunan untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

 

KRAMATWATU — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan kegiatan Rumah Cerdas Gizi (RCG) dengan tema “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dan Gizi Anak Usia Dini melalui Parenting, Pendampingan, dan Edukasi Interaktif Berbasis Buku dan Game” di TK Al Fath, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, pada Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai tumbuh kembang serta gizi anak usia dini. Program dikemas melalui pendekatan parenting, pendampingan, dan edukasi interaktif dengan memanfaatkan buku cerita, praktik langsung, lagu, hingga permainan edukatif agar materi dapat diterima anak-anak dengan mudah dan menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak pelaksana serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Maulida Nur, M.Pd. Selanjutnya, edukasi disampaikan oleh tiga narasumber dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini.

Narasumber pertama, Sopia Juliani, menyampaikan edukasi mengenai pencegahan stunting dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat melalui kegiatan mendongeng. Dalam penyampaiannya, ia menggunakan buku cerita yang telah dibuat oleh tim KKM berjudul “Petualangan Gigi dan Zizi”.

Buku tersebut mengisahkan upaya pencegahan stunting sekaligus mengenalkan berbagai makanan sehat kepada anak-anak. Melalui metode mendongeng, materi mengenai gizi disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

“Melalui buku Petualangan Gigi dan Zizi, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang pentingnya makanan sehat dan pencegahan stunting dengan cara yang menyenangkan, sehingga mereka dapat memahami pesan yang disampaikan dengan lebih mudah,” ujar Sopia Juliani.

Selanjutnya, narasumber kedua, Rt Tiara Khaerunisa, memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya tentang tata cara mencuci tangan yang benar. Anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah mencuci tangan sambil bernyanyi.

Metode tersebut dilakukan agar anak-anak lebih aktif, terhibur, dan lebih mudah mengingat kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Anak-anak perlu dibiasakan menerapkan PHBS sejak kecil. Karena itu, kami mengajarkan cara mencuci tangan sambil bernyanyi dan mempraktikkannya secara langsung agar mereka lebih mudah mengingat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rt Tiara Khaerunisa.

Edukasi kemudian dilanjutkan melalui permainan oleh narasumber ketiga, Ahmad Romdoni. Game edukatif yang digunakan berisi berbagai aktivitas dan soal sederhana, mulai dari matematika dasar hingga bahasa Inggris.

Selain itu, terdapat simulasi minimarket yang mengajak anak-anak untuk memilih dan membedakan makanan sehat dan tidak sehat. Melalui permainan tersebut, anak-anak dapat belajar sambil bermain sekaligus mengenal konsep dasar gizi dan pemilihan makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Game ini dibuat supaya anak-anak bisa belajar sambil bermain. Selain matematika dan bahasa Inggris, kami memasukkan simulasi minimarket agar mereka bisa belajar membedakan makanan yang sehat dan tidak sehat melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Ahmad Romdoni.

Ketua pelaksana, Raihan Fadhilah, menyampaikan bahwa kegiatan Rumah Cerdas Gizi diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya tumbuh kembang, gizi, kebersihan, dan pola hidup sehat sejak usia dini.

“Kami berharap kegiatan Rumah Cerdas Gizi ini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai gizi, kebersihan, dan pola hidup sehat sejak usia dini,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan, Maulida Nur, M.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, RCG merupakan bentuk edukasi kesehatan yang dikemas secara kreatif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

“Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi yang baik karena materi kesehatan dan gizi disampaikan dengan cara yang menyenangkan serta sesuai dengan usia anak. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman positif bagi anak-anak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala TK Al Fath, Rohannah, S.H.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Rumah Cerdas Gizi yang dinilai memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak melalui metode yang menyenangkan dan interaktif.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Rumah Cerdas Gizi yang dilaksanakan di TK Al Fath. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama saat mendengarkan dongeng, bernyanyi, mempraktikkan cuci tangan, dan bermain game edukatif. Kami berharap edukasi seperti ini dapat membantu membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak sejak usia dini,” ungkapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari anak-anak TK Al Fath. Penggunaan media buku cerita, praktik langsung, lagu, dan permainan edukatif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman mengenai gizi, kebersihan, dan kesehatan sejak usia dini.

Melalui kegiatan Rumah Cerdas Gizi (RCG), mahasiswa KKM berharap anak-anak dapat lebih mudah memahami pentingnya tumbuh kembang, gizi seimbang, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url