Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Dorong Potensi Kewirausahaan Pertanian di Serang
Kewirausahaan tidak selalu identik dengan industri teknologi atau perdagangan modern. Sektor pertanian, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sesungguhnya menyimpan peluang bisnis yang besar jika dikelola dengan baik. Inilah semangat yang coba ditanamkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang melalui kegiatan pembinaan kewirausahaan yang dilaksanakan bersama pelaku usaha lokal pada Senin, 05 Oktober 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Adi Cahyadi, S.Pd, selaku Ketua Kelompok Tani Padarincang, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pembinaan tersebut, Adi Cahyadi berbagi pengalaman dan wawasan tentang potensi usaha di bidang pertanian, khususnya dalam pengelolaan komoditas cabai dan bawang, dua produk pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang stabil.
Pertanian sebagai Basis Ekonomi Lokal
Dalam paparannya, Adi Cahyadi menekankan bahwa potensi pertanian di wilayah Serang, khususnya Padarincang, masih sangat besar. Kondisi tanah yang subur dan iklim yang mendukung menjadikan daerah ini cocok untuk budidaya berbagai jenis tanaman hortikultura, terutama cabai dan bawang. Kedua komoditas ini tidak hanya menjadi bahan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, tetapi juga sering mengalami fluktuasi harga yang tinggi jika dikelola dengan tepat, dapat memberikan keuntungan signifikan bagi petani dan pelaku usaha lokal.
“Sering kali harga cabai naik drastis karena kurangnya pasokan. Ini sebenarnya peluang besar untuk petani muda dan wirausaha lokal. Jika kita mampu mengelola produksi dengan baik, pasar selalu ada,” jelas Adi dalam kegiatan tersebut.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini bukan sekadar formalitas akademik. Lebih dari itu, mereka berperan sebagai agen perubahan sosial yang membawa pengetahuan baru ke masyarakat. Dengan latar belakang keilmuan pemerintahan, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNPAM PSDKU Serang berupaya menjembatani dunia akademik dengan realitas sosial ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan kewirausahaan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami dinamika ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian. Pendekatan ini penting untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan mandiri.
Cabai dan Bawang: Komoditas Strategis
Cabai dan bawang dipilih sebagai fokus pembinaan karena dua komoditas ini merupakan “barang strategis” dalam pasar Indonesia. Fluktuasi harga cabai bahkan sering menjadi indikator inflasi nasional. Dengan pelatihan pengelolaan yang tepat, mulai dari teknik budidaya, pascapanen, hingga pemasaran peluang usaha di sektor ini sangat menjanjikan, baik untuk skala kecil maupun menengah.
Mahasiswa dan narasumber juga membahas tentang pentingnya inovasi dalam pertanian, seperti penggunaan teknologi sederhana untuk penyimpanan hasil panen, sistem distribusi yang lebih efisien, serta kolaborasi dengan pelaku pasar.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha di Daerah
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kewirausahaan tidak selalu harus dimulai dari modal besar, melainkan dari pemahaman terhadap potensi lokal yang ada. Dengan pendekatan yang tepat, mahasiswa dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama di sektor-sektor yang selama ini kurang mendapat sorotan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok tani, dan masyarakat, sektor pertanian di wilayah Serang dapat berkembang menjadi basis ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas, sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk menekuni dunia pertanian secara kreatif dan produktif.**
Oleh: Audrey Una De Vito
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
