Mahasiswa UNIMOR Asal Desa Weoe Kutuk Keras Pembiaran Jalan Rusak Wengkiar
MALAKA, Elemendemokrasi.com,– Kerusakan ruas jalan di Wengkiar, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah. Jalan yang mengalami longsor akibat kikisan air tersebut dilaporkan sudah rusak sejak 2 Juni 2025, namun belum terlihat adanya respons positif dari pihak berwenang.
Padahal, ruas jalan Wengkiar merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, khususnya warga Dusun Uluklubuk.
Jalan ini menjadi jalur alternatif terdekat yang menghubungkan masyarakat dengan pusat pembelanjaan dan aktivitas ekonomi lainnya. Kondisi jalan yang kian parah membuat mobilitas warga terganggu dan berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.
Menanggapi kondisi tersebut, Alfridus Seran, mahasiswa Universitas Negeri Timor (UNIMOR) asal Desa Weoe, menyampaikan kecaman keras terhadap sikap pembiaran yang dilakukan pemerintah desa.
“Saya mengutuk keras sikap pemerintah Desa Weoe yang hari ini terkesan apatis terhadap kondisi jalan yang semakin parah akibat kikisan air. Kerusakan ini sangat menghambat aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi daerah,” tegas Alfridus saat ditemui di kediamannya.
Selain itu, Alfridus juga mendesak instansi teknis terkait di tingkat Kabupaten Malaka untuk segera turun langsung meninjau kondisi jalan di lapangan dan mengambil langkah konkret.
“Saya menyerukan kepada dinas teknis di Kabupaten Malaka agar segera turun ke lokasi. Bila perlu, Pemerintah Daerah Malaka harus memberikan perhatian khusus agar perbaikan ruas jalan yang rusak sejak September lalu bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pemerintah desa agar tidak menjadi penghambat bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi yang ada. Menurutnya, kerusakan infrastruktur jalan membuat hasil sumber daya masyarakat sulit dimobilisasi, sementara pemerintah desa justru dinilai pasif.
“Jangan menghambat masyarakat dalam menggenjot roda ekonomi daerah dengan sumber daya yang ada, sementara akses jalan rusak dan sulit dilalui. Sangat disayangkan jika pemerintah desa justru terkesan santai tanpa memikirkan dampak yang dirasakan masyarakat,” tutup Alfridus kepada media Elemendemokrasi.com.
