Pemerataan Akses Energi, PLN Targetkan Empat Dusun Perbatasan Nikmati Listrik Juni 2026
BELU, Elemendemokrasi.com— Empat dusun di wilayah perbatasan negara, tepatnya di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, kembali mendapat perhatian dari pihak PLN terkait rencana pemasangan jaringan listrik.
Setelah sekian lama hidup tanpa penerangan listrik, masyarakat kini kembali menaruh harapan atas survei yang dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026.
Empat dusun tersebut tersebar di dua desa, yakni Dusun Fomuku dan Aimuti di Desa Sisi Fatuberal, serta Dusun Foholulik dan Haulata di Desa Lutharato.
Hingga saat ini, warga di keempat dusun tersebut belum menikmati aliran listrik sebagaimana wilayah lainnya.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, survei yang dilakukan kali ini bukanlah yang pertama.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan survei yang kesekian kalinya.
“Ini sudah survei yang kesekian kalinya. Kami berharap ini benar-benar menjadi langkah strategis, karena sampai hari ini kami belum menikmati listrik,” ujarnya.
Ia juga berharap agar rencana tersebut tidak kembali menjadi janji tanpa realisasi nyata.
Ia juga mengharapkan survei kali ini bukan hanya janji tapi bukti sebab sudah dijanjikan bertahun-tahun.
“Moga-moga ini bukan janji manis lagi. Kami sudah dijanjikan berkali-kali, tetapi belum ada hasil. Yang kami butuhkan itu bukti, yakni terangnya cahaya lampu di rumah kami,” tambahnya.
Di sela-sela sosialisasi, salah satu petugas PLN yang dikenal dengan sapaan Pak Wil menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan masyarakat agar proses pemasangan jaringan dapat berjalan lancar.
Ia meminta warga bersedia mengizinkan penebangan pohon yang berpotensi menghambat pemasangan tiang dan penarikan kabel listrik.
“Saya meminta masyarakat agar mengizinkan pohon yang berada di badan jalan maupun di depan rumah untuk ditebang, supaya tidak mengganggu proses pengerjaan,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa dalam waktu dekat material pembangunan akan segera diturunkan ke lokasi guna mempercepat proses penyaluran jaringan listrik.
“Dalam waktu dekat semua material akan turun untuk mempercepat proses penyaluran jaringan listrik di empat dusun ini,” tuturnya.
Selain itu, ia turut mengajak masyarakat untuk bergotong royong memperbaiki akses jalan dan jembatan penghubung yang saat ini dalam kondisi rusak, karena menjadi salah satu kendala distribusi material.
“Saya juga mengajak kita semua untuk bersama-sama memperbaiki jalan agar mempermudah penyaluran material. Kami menargetkan proses ini dapat rampung pada bulan Juni tahun ini,” tutupnya.
Bagi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan harapan akan perubahan—dari gelap menuju terang, dari keterbatasan menuju kemajuan yang selama ini dinantikan.
