Festival Tanjungsari 2026, KKM 53 UNIBA Pererat Kebersamaan Warga Lewat Olahraga dan Budaya
Serang — Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 53 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar Festival Tanjungsari 2026 pada 9–22 Agustus 2026 di Desa Tanjungsari. Mengusung tema “Satu Langkah, Satu Budaya, Satu Tanjungsari”, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat keharmonisan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi budaya, kesenian, dan wisata lokal Desa Tanjungsari kepada khalayak luas.
Festival yang melibatkan masyarakat dari berbagai kampung se-Desa Tanjungsari tersebut mendapat antusiasme tinggi. Kurang lebih 100 warga turut berpartisipasi sebagai peserta dalam berbagai perlombaan, sementara warga lainnya hadir sebagai penonton dan pendukung selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Rangkaian festival terdiri atas Tanjungsari Berolahraga, Tanjungsari Berani, penampilan kesenian lokal, penampilan kreasi seni, pengenalan budaya dan wisata lokal, serta malam puncak Festival Tanjungsari 2026.
Meriahkan Desa Lewat Tanjungsari Berolahraga
Salah satu rangkaian yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Tanjungsari Berolahraga. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah perlombaan yang melibatkan berbagai kelompok usia, di antaranya lomba voli ibu-ibu, futsal anak-anak, catur, dan karaoke.
Antusiasme masyarakat terlihat tidak hanya dari jumlah peserta yang mengikuti perlombaan, tetapi juga dari banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran warga dari berbagai kampung membuat suasana perlombaan semakin meriah dan menjadi ruang pertemuan antarmasyarakat.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana membangun interaksi, kekompakan, dan semangat kebersamaan masyarakat Desa Tanjungsari.
Tanjungsari Berani, Wadah Generasi Muda Tunjukkan Potensi
Semangat kebersamaan kemudian dilanjutkan melalui Tanjungsari Berani, sebuah rangkaian kegiatan yang mengangkat aspek keagamaan. Perlombaan yang diselenggarakan meliputi MTQ, Tahfidz Juz Amma, dan Adzan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda Desa Tanjungsari untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Di sisi lain, perlombaan bernuansa keagamaan ini menjadi bagian dari upaya KKM 53 UNIBA dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan religius bagi masyarakat.
Budaya dan Wisata Lokal Jadi Bagian Festival
Tidak berhenti pada perlombaan, Festival Tanjungsari 2026 juga memberikan perhatian terhadap potensi budaya dan wisata lokal yang dimiliki Desa Tanjungsari.
Desa Tanjungsari memiliki sejumlah objek wisata yang memiliki nilai sejarah dan budaya, khususnya wisata religi. Salah satu yang diperkenalkan dalam rangkaian festival adalah Petilasan Nyi Mas Gamparan, yang dikenal sebagai salah satu sosok pahlawan perempuan yang menjadi bagian dari sejarah dan kebanggaan masyarakat Banten.
Pengenalan potensi tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya lokal. Potensi wisata religi juga diharapkan dapat semakin dikenal oleh masyarakat di luar Desa Tanjungsari.
Selain pengenalan wisata, festival turut menghadirkan penampilan kesenian lokal dan kreasi seni. Kehadiran pertunjukan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempertahankan keberadaan kesenian yang menjadi bagian dari identitas lokal.
Malam Puncak Jadi Momentum Perpisahan KKM 53 UNIBA
Rangkaian Festival Tanjungsari 2026 ditutup dengan malam puncak yang berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat dari berbagai kampung di Desa Tanjungsari.
Beragam pertunjukan disajikan dalam malam puncak tersebut, mulai dari penampilan kesenian lokal, penampilan para pemenang lomba, pembagian hadiah, hingga doorprize bagi masyarakat.
Tidak hanya menjadi penutup festival, malam puncak juga menjadi momentum emosional bagi mahasiswa KKM 53 UNIBA dan masyarakat Desa Tanjungsari. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah pemutaran video After Movie KKM 53 UNIBA yang merangkum perjalanan dan berbagai aktivitas mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di Desa Tanjungsari.
Pemutaran After Movie tersebut menjadi simbol perpisahan mahasiswa KKM 53 UNIBA dengan masyarakat setelah melalui berbagai kegiatan dan kebersamaan selama berada di desa. Suasana kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah perpisahan antara mahasiswa KKM 53 UNIBA dan warga Desa Tanjungsari.
Melalui Festival Tanjungsari 2026, KKM 53 UNIBA berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mengembangkan potensi masyarakat, serta mengenalkan kekayaan budaya dan wisata lokal.
Tema “Satu Langkah, Satu Budaya, Satu Tanjungsari” menjadi representasi semangat KKM 53 UNIBA bersama masyarakat untuk melangkah dalam kebersamaan, menjaga budaya, dan memperkuat identitas Desa Tanjungsari.
