KKM Kelompok 41 Tambiluk Hadirkan Sanggar Tari Budaya Lokal Banten untuk Melestarikan Seni Tradisional

 

Tambiluk, Petir — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 41 Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, menyelenggarakan kegiatan penampilan sanggar tari budaya lokal Banten pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 19.30–21.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area Kantor Desa Tambiluk, Kecamatan Petir.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh anggota KKM Kelompok 41 Tambiluk dengan penanggung jawab dari Bidang 3. Penampilan sanggar tari budaya lokal Banten menjadi salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banten kepada masyarakat.

Melalui penampilan tari tradisional, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keberagaman seni dan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Banten. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap keberadaan budaya tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tambiluk, Akhmad Khosim, beserta staf pemerintahan Desa Tambiluk, para ketua RT dan RW, masyarakat Desa Tambiluk, serta kelompok KKM yang berada di wilayah Kecamatan Petir. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM.

Adapun ketua pelaksana kegiatan terdiri atas Sahrul, Rexiana Widya M, Agnestesia Maria D, Rosid Adi Lukmana, dan Nurul Azmi. Seluruh panitia bersama anggota KKM turut berperan dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Kegiatan penampilan sanggar tari budaya lokal Banten berlangsung dengan baik dan mendapatkan antusiasme dari masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menikmati sekaligus mengenal lebih dekat seni tari tradisional Banten sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini berhasil menciptakan ruang interaksi antara mahasiswa KKM, pemerintah desa, masyarakat, dan kelompok KKM lainnya dalam kegiatan yang bernilai edukatif dan budaya. Penampilan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional serta mendorong generasi muda untuk turut mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Banten. Dengan adanya kegiatan serupa secara berkelanjutan, kesenian tradisional diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url